Feeds:
Posts
Comments

Jadi begini ceritanya. Apa yang bakal lo lakuin kalau hari itu emakmu lupa memberikan duit jajan buat sekolah?

Jawabannya simpel,

Asal lo bisa makan dengan cara apapun maka hari itu lo selamat di sekolah.

Kedengarannya ga jelas, tapi biarlah itu memang jawaban pribadi gw aja kok.

Hari ini nyokap gw lupa memberikan duit jajan (what a pitty!) dan gw harus survive sampe jam 2 tanpa duit sesen pun? Tanpa makan dan minuman? Sampe jam 2?? OH NO! Tapi Allah memang sudah memberikan manusia kotak yang penuh dengan lika-liku di dalam diri kita yaitu otak. Jadi apa gunanya otak yang ada dikepala besar gw (walaupun otak gw ga sebesar kepala gw) jadi, gw dan teman gw yang bernama Dini Anggraini yang fotonya bisa lo liat di bawah ini

1_643340323ldhienda dini..

Bekerja sama memadukan otak kami yang kami jarang gunakan.

Pada awalnya gw mencoba bolu kukus teman gw yang dia beli di kantin seketika rasa bolu kukus itu langsung meleleh di lidah gw (Lebay, tapi itu kenyataannya). Rasanya ENAAAAAAAAAAAAKKKKK BUAAAAANNNGGGEEETTT (mungkin ini juga karena faktor perut keroncongan gw) gw langsung memberitahu partner in crime gw, Dini.

English Version

“Din, gine some money please, i want to buy steam spongecake!” (Dhienda)

“Yaaah ‘Nda.. I don’t have any! Anyway, i want steam spongecake either!” (Dini)

“Wooo!! You lie! There’s money in your shitty pocket! 10.000 rupiah!”

“How ‘bout we rob all people in the class?”

“Hmm. Sounds good.”

Indonesia Version

“Din, gimana menurut lo penampilan gua?” (Dhienda)

“Lo keren ‘Nda” (Dini)

“Oh, ya? Masa’? Jangan bo’ong aaa”

“Nggak serius gua ‘Nda, lo selalu tampil keren kemanapun lo berada”

“Hmm… Gua suka kata-kata lo”

Oke jadi begitulah, kami mengelilingi satu kelas X-2 untuk mendapatkan duit untuk membeli bolu kukus. Awalnya Dini hanya berniat untuk membantu gw mendapatkan duit untuk bisa membeli satu bolu kokus, tapi lama-lama merampok atau memalak orang itu enak sekali sehingga kami keterusan. Ada lagi ceritanya saat gw dan Dini meminta-minta ke Itus (gw lupa nama aslinya klo ga salah Jodi Akbar)

“Tus… Bagi duit tus.. buat beli kokus gw lapaaar…”

“Yaahh gw ga ada duit!”

Perlu diketahui Itus (yang sebenernya adalah nama asal sekolah nya dulu) adalah seorang anak yang… Oh ya udalah everybody know Itus. Dia suka bernyanyi lagu jamet di kelas seakan-akan suaranaya indah didenger tapi dia pinter rengking satu (harus gw akui itu)

“Bo’onng lo! Ayo dooong seribuuu aja” gw dan Dini mengiba

“Yaudah nih seribu”

“Dua ribu deh Tus…” gw dan Dini ga tau diri

“Yaah duit gw tinggal tiga ribu niih” (Dia mengasih lihat 3 ribu lepeknya yang ada di shitty pocketnya). Perlu di beritahu juga, Itus adalah kaum urban… Sekolahnya ada jauh dipedalam entah dimana (agak lebay sih) pokoknya kedatanganya ke Jakarta untuk sekolah di Jakarta adalah untuk pertama kalinya. Mujngkin dia cuman hapal jalan ke sekolah dan kerumahnya (sama aja sih kayak gw).

Alhasil, karena Itus terlalu melas karena duitnya tinggal 3 ribu, akhirnya ga tega juga mendapatkan bantuan dari orang yang sebenernya juga butuh suntikan dana (hehehe..)

Sepeerti yang udah diketahui, niatan awalnya adalah hanya sekitar X-2. Tapi lama-lama menjalar…menjalar… sampai ke x- 5. Itu adalah pilihan terakhir bagi gw dan Dini karena X-5 adalah Kelas Internasional dan pasti itu bakal jadi gudang duit bagi kami (baca : dhienda dan Dini) atau, memang itulah perkiraan awal kami. Tapi ternyata, apalah kata… kami hanya mendapatkan seribu rupiah dari Fikri yang mantan anak X-2 juga sih,

Setelah dihitung-hitung penghasilan kami mencapai 6000 rupiah. Lumayan bagi para pembajak pemula seperti kami. Kami mendapattkan lebih dari 1 bolu kokus yang jelas. Kami mendapatkan 4 bolu kokus! Ah senangnya… rasa dari bolu kokus itu juga luar biasa lezat…

Selain mendapatkan bolu kokus, kami juga mendapatkan 2 coki-coki, i waffel tanggo keju, 2 keripik panjang dan luar biasa pedas.

Abis itu, Itus datang dia ternyata jajan juga membeli richeese roll (kayaknya duitnya habis buat beli richeese roll) yang pada akhirnya kami minta richeese roll dia yang seharga 1000 rupiah. Artinya sama aja kami sebenernya menerima duit seribu dari dia.

Hehe..

Ini adalah daftar anak-anak smu 13 yang berhasiln menyelamatkanku dari kelaparan ( I wanna say one thousand times thank youuuu for you all)

1. Akbar (X-2)

2. Dessyra (x-2)

3. Strange girl from ex x-5 (sorry girl, i don’t even know your name but   i   palak you   for  seribu rupiah, thanks for saving me from hunger)

4. Rezka (X-6)

5                       . Fienna (X-6)

6. Vega (X-2)

last not least,

Itus for your richeese rolls. (Even i’m not eat it, but thanks)

Thanks all…

I’m not hunger anymore…


04022009594

Itu adalah kata-kata yang Bebek (sebut saja Bebek karena nama aslinya Beatrix) setelah habis melakukan perlehatan jamet di kamar aku (Jumat 06/02/09)

Tapi bukan itu yang pingin aku bicarakan.

Sebenernya aku ga tau apa yg mau dibicarain.

Tapi aku cuman pingin memamerkan foto – foto aneh aku dengan teman-teman.

Tapi itu terlalu memalukan bagi teman-teman (aku juga tentunya) tapi hasrat ini terus membara, jadakui gw masukan saja foto – foto aib teman-teman. (maafkan aku teman)


ini kelakuan anak sma jaman sekarang

ini kelakuan anak sma jaman sekarang

Ini hanya sebagian kecil dari foto jamet yang kami lakukan.

Ini terjadi ketika istirahat ke 2.

Yang gayanya seperti pembantu yang disiksa oleh majikannya itu adalah (sebut saja) Dini Anggraini tapi itu memang nama aslinya.

Yang bergaya seperti menaiki motor itu adalah aku, Dhienda Mariva (identitasnya tak perlu dirahasiakan lagi)

Dan yang paling belakang dan agak ngeblur gambarnya adalah Purwandini Sakti Putra (eh, salah Putri) tapi dia memiliki kekuatan layaknya anak laki-laki.


preeet

preetttt

©Dhienda Mariva貴社ますますご盛栄のこととお慶び申し上げます。平素は格別のご高配を賜り、厚く御礼申し上げます。 (ngaco gw ga tau ini artinya apaan) nanti gua digebukin sama putri Masako lagi

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.